Silakan Terpesona*

October 25, 2009 at 3:46 pm | Posted in Uncategorized | 2 Comments

Sebuah tulisan untuk mengingatkan diri yang dzalim ini.

“Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik”
Q. al-Ma’arij: 5

Kelemahan alami hanya dapat disembuhkan dengan kesabaran. Jiwa yang terluka hanya dapat dibalut dengan kesabaran. Dengan kesabaran, manusia akan menghadapi malapetaka-malapetaka yang paling suram dengan tertawa dan melawan musibah-musibah yang paling gelap dengan tersenyum.

Kesabaran adalah bekal yang tak pernah habis, penolong yang tak pernah surut ke belakang, dan teman yang tak pernah jemu.

Pada hari tiada kerabat yang peduli, tiada teman yang menghibur, tiada kawan untuk berbagi derita, kesabaran datang menggantikan mereka semua, berbicara mewakili lidah mereka semua, dan memenuhi fungsi mereka semua.

“Bersabarlah, dan tiadalah kesabaranmu melainkan dengan pertolongan Allah”
Q. an-Nahl: 127

“Bersabarlah kamu seperti sabarnya rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati”
Q. al-Ahqaf: 35

Nabi Adam bersabar meninggalkan surga, tanah air pertamanya. Nabi Nuh bersabar kehilangan anaknya. Nabi Ibrahim bersabar di tempat ia akan menyembelih anaknya. Nabi Ya’qub bersabar terpisah dari Nabi Yusuf. Nabi Musa bersabar disakiti penguasa tiran. Nabi Dawud bersabar dalam pahitnya penyesalan. Nabi Sulaiman bersabar menghadapi godaan dunia. Nabi Isa bersabar menelan derita kemiskinan.
Rasulullah Muhammad Saw telah bersabar atas semua itu, telah mangalami dan merasakan semuanya, hingga beliau memperoleh semua maqam.

Maka bersabarlah, gigihlah, bangkitlah, lawan semua.
Bersabarlah dengan tersenyum dan bersandar pada Allah.
Bersabarlah dan jangan mengeluh.

“Sesungguhnya bersama kesusahan terdapat kemudahan”
Q. Alam Nasyrah: 6

Ada kunci bagi pintu yang tertutup rapat, ada pintu bagi benteng yang kokoh, ada kemudahan setelah kesusahan, ada kemenangan bersama kesabaran, ada fajar setelah malam, ada kesejahteraan setelah kesengsaraan, ada kelapangan setelah kesempitan, ada penghiburan dalam setiap bencana.

Apabila tali terentang kuat, ia akan putus. Apabila malam gelap gulita, ia akan berlalu. Hari-hari berputar dan lengkung cakrawala beredar. Segala sesuatu ada batasnya. Setiap masalah ada jalan keluarnya.

Pertolongan Allah tidak akan terlambat datang. Segala sesuatu tidak mungkin selalu dalam kondisi yang sama.
Takdir punya umur yang harus ditempuhnya sebelum ia tiba.
Kesulitan dialami selama beberapa waktu lalu pergi dan berlalu, sakit diderita selama beberapa saat lalu menghilang, kegelisahan dan keresahan juga ada waktu dan saatnya lalu lenyap oleh kebahagiaan yang menyusulnya, semuanya karena Allah telah menetapkan takdir bagi segala sesuatu.

Maka bersabarlah. Berdoalah. Berdzikirlah. Ingatlah Allah.

Seorang hamba senantiasa dalam kebaikan selama ia berdoa. Dan tiada perbuatan yang lebih melapangkan dada dan lebih agung pahalanya daripada dzikir.

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu”
Q. al-Baqarah: 152

Di dalam dzikir terkandung makna penyerahan diri, kepercayaan, kebersandaran, kembali, prasangka baik pada Allah dan penantian pertolongan-Nya.
Allah dekat jika diseru, mendengar jika dipanggil, dan memenuhi jika diminta.

Bersabarlah, bersabarlah, bersabarlah, bersabarlah, bersabarlah.

Merendah dan memintalah.
Tersenyum dan jangan mengeluh.

Bersabarlah.
Ada ALLAH yang mengatur semuanya.

*tulisan ini dirangkum dari buku Silakan Terpesona karya Dr. A’id ‘Abdullah al-Qarni

Berbuat Baik Pada kedua orang tua kita

October 25, 2009 at 3:17 am | Posted in tausiyah | 1 Comment
Tags:

3493769248_6625de26922763864133_3c697c4096

3792352793_0caa5348db

Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

“Dan Allah telah mewajibkan kepada kamu, agar jangan menserikatkan sesuatupun kepadaNya, dan kepada kedua orang tua, maka berbuat baiklah”(Q.S Annisa 36).

Dari Abdullah bin ‘Amru radhiallahu’ anhuma berkata : telah datang kepada Rasulullah Shallallahu’ alaihi wasallam seorang lelaki yang berba’iat untuk hijrah, dan dia meninggalkan kedua orang tuanya dalam keadaan menangis. Apa sabda Rasulullah kepadanya? Kembalilah kepada keduanya, buatlah keduanya tertawa, sebagaimana kamu telah membuat keduanya menangis”.(H. R Abdurrazzaq, Bukhari fil adab, hakim fil mustadrak, dan ia berkata, hadist ini isnadnya shahih).

Para ulama telah sepakat dari uraian ayat dan hadits, bahwa berbuat baik kepada kedua orang tua adalah suatu kewajiban, sementara membantah/membangka ng keduanya adalah haram hukumnya. ‘Uququl waalidaini”Para ulama menjelaskan akan ayat ini, bahwa :” Membangkang pada keduanya, hanya sekedar menyatakan “Ah/Cis saja sudah haram hukumnya, apalagi lebih dari itu, yang paling kecilnya saja haram, apalagi yang lebih besar dari itu”. Banyak diantara kita yang kurang menyadari, akibat kurangnya pendalaman kita terhadap ajaran agama kita, sehingga merasa, membangkang kedua orang tua hanya perkataan Cis/ah saja. Atau hanya sekedar melawan pada orang tua atas perintahnya. Padahal, Cis, atau Ah itu adalah yang teringan dari pembangkakangan anak kepada ortunya.

Dari Ibnu Abi Syaibaj, dari Muadz bin Jabal, bahwasanya ada seseorang berkata kepadanya :Apa hak kedua orang tua terhadap anaknya? Ia berkata: :”kalau engkau keluarkan segala harta dan keluarga kamu, sungguh masih belum kamu bisa menunaikan hak-hak mereka sepenuhnya”. (H.R Bukhari fi al adab).

Berbuat baik kepada orang tua, dapat menghapuskan dosa-dosa besar Dari Ibnu Umar radhiallahu’ anhuma berkata: “Telah datang kepada Rasulullah seorang lelaki, kemudian dia mengadu :”Aku telah melakukan suatu dosa yang sangat besar, apakah ada taubat untukku?”Kemudian Rasulullah bertanya :” Adakah kamu masih memiliki seorang Ibu?(dalam riwayat yang lain, adakah kamu masih memiliki kedua orang tua?). Kemudian dia menjawab :”Tidak!”. Kalau begitu, kamu punya Bibi tidak? Ia menjawab :”Iyah”, maka berbuat baiklah kepadanya.(H. R At Tirmidzi, Ibnu Hibban, Ahmad, Hakim, dan beliau berkata hadits ini shahih menurut syarat Bukhari dan Muslim).

Dosa-dosa besar ini, sepanjang berkaitan dengan urusan hak Allah ta’ala. Adapun bila dosa besar tersebut berkaitan dengan hak manusia, maka sang pembuat dosa harus meminta maaf padanya dan mengembalikan hak yang disakiti terlebih dahulu. Berbuat baik pada kedua orang tua, penyebab masuk surga Apabila berbuat baik kepada orang tua, penyebab masuk surga, maka berbuat jahat dan membangkang orang tua, bisa membuat seseorang masuk neraka.

Dari Siti ‘Aisyah beliau berkata. Rasulullah Shallallahu’ alaihi wasallam bersabda: “Aku masuk surga, kemudian aku mendengar bacaan. Kemudian aku bertanya:”Siapakah orang ini? Dijawab kepadanya : Haritsah bin An Nu’man. Kemudian Rasulullah bersabda :Demikianlah balasan akibat berbuat baik kepada kedua orang tua, dan Haritsah ini, adalah sebaik-baik manusia yang berbuat baik kepada ibunya”.(H.R Ahmad, hakim dan hadits ini menurut para Ulama shahihulisnad) .

Dalam riwayat lain disebutkan :”Celakalah seseorang, yang mana apabila disebutkan namaku, dia tidak bershalawat atasku, dan bila masuk bulan ramadhan, sebelum mendapat pengampunan, seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya dalam keadaan sudah tua, dan dia sudah dewasa, tidak meyebabkan ia masuk surga(akibat tidak berbuat baik kepada kedua orang tuanya tatkala keduanya masih hidup).(H.R Ahmad dan Muslim).

Dalam riwayat lain, dalam kitab shahih Ibnu Hibban. Dari hadits Abi Hurairah:”Barang siapa yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup, dan dia sudah dewasa, kemudian dia tidak berbuat baik kepada keduanya, maka bila ia mati, kelak masuk kedalam api neraka. Katakanlah wahai Muhammad aaamin. Maka Rasulullah pun bercerita, akupun mengaminkan do’a itu.”.

Luar biasa pahala dan ganjaran akibat berbuat baik kepada kedua orang tua kita. Bagaimanakah ganjaran bagi mereka yang menyakiti. Jangankan menyakiti, tidak berbuat baik pada kedua orang tua saja, bisa dimasukkan kedalam api neraka, apatah lagi menyakiti hati keduanya. Menyatakan Cis/ah yang paling kecil saja haram, apatah lagi lebih dari itu, mencela, mencaci, menjelekkan keduaorang tua, atau salah satu diantara keduanya. Apakah ganjaran dari manusia semacam ini. Apabila kita menemukan seseorang melakukan hal ini pada orang tuanya, maka kita disuruh untuk menasehatinya. Bila tak mempan nasehat, maka jauhilah orang tersebut. Karena bisa jadi kita terkena asap/baranya. Ini kalau hanya sekedar teman biasa, bagaimana pula kalau ini terjadi pada pasangan hidup kita? Luar biasa.

Pantas sekali Rasulullah menyatakan :’Pilihlah teman yang baik-baik”. Lihatlah seseorang dari hatinya, agamanya, bukan dari luar tubuhnya.

Mungkin, inilah sebabnya Rasulullah sedari awal pernikahan sangat menekankan untuk pemilihan pasangan terhadap kepribadian/ agama pasangan itu sendiri. Ini luar biasa pentingnya. Lantas, kepatuhan pada orang tua sampai sebatas manakah. Dan orang tua yang manakah yang layak untuk dipatuhi? Jawabannya sebatas orang tua kita tidak menyuruh kita kepada ma’siat kepada Allah ta’ala karena sabda rasulullah :“Tiada kepatuhan atas makluq atas maksiat kepada Allah ta’ala”. Kemudian type orang tua manakah yang layak dipatuhi? Semua orang tua yang menyebabkan kita ada dimuka bumi ini, meski orang tua kita sejelek apapun, bahkan musyrik sekalipun, wajib untuk berbuat baik kepadanya, dan kepatuhan padanya sebatas mereka tidak menyuruh ma’siat pada Allah ta’ala.(Silahkan diruju’ Q.S Luqman 14-15). Kisah seorang sahabat sa’ad bin Abi waqaas ada dalam cerita ini, beliau memiliki ibu yang musyrikah, namun tetap Rasulullah menyuruh berbuat baik kepadanya. Keridhaan AllahTa’ala berada pada keridhaan orang tua. Salam..

*diambil dari postingan mba Sri Murniasih di milist muslimah Indonesia

Istri Umar bin Khatab Cerewet??

October 23, 2009 at 6:27 am | Posted in Sirah | 2 Comments

Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun sama.

Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar
bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan
kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki
itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel,
marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar.
Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar
diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki
itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.

Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun
lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya
mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?

Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?

1. Benteng Penjaga Api Neraka

Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat. Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat. Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.

2. Pemelihara Rumah

Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran. Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang
sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.

3. Penjaga Penampilan

Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu.

4. Pengasuh Anak-anak

Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.

5. Penyedia Hidangan

Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.

Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji. Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya

**** Diolah dari Cahaya Iman, edisi kamis, 30 November 2006-11-30, Indosiar pukul 04:30 ***

*diambil dari postingan mb Aida di milist muslimahindonesia* 🙂

wanita sholehah, Al Khansa

October 19, 2009 at 5:59 am | Posted in Sirah | Leave a comment

Pada masa Jahiliyah tersebutlah seorang penyair wanita ulung bernama al-Khansa. Syair-syairnya begitu memikat.

Simaklah syiar ratapan terbaik yang pernah diciptakannya , sesaat setelah kematian saudaranya yang bernama Shakr:

“Air mataku terus bercucuran dan tak pernah mau membeku ketahuilah.. .

mataku menangis karena kepergian Sakhr, sang dermawan ketahuilah.. .

mataku menangis karena kepergian sang gagah berani ketahuilah.. .

mataku menangis karena kepergian pemuda yang agung”

163A_Rose_for_You

Al-Khansa bernama Tamadhar binti Amru bin al-Haris bin asy-Syarid. Cahaya Islam yang ditebarkan Rasulullah di Jazirah Arab telah mengetuk pintu kesadarannya. Bersama beberapa orang dari kaumnya, sang penyair menghadap Rasulullah SAW. Ia menyatakan keislamannya dan bertekad membangun aqidah tauhid. Sang penyair pun menjadi seorang Muslimah yang baik. Ia pun menjadi salah seorang Muslimah teladan sekaligus figur cemerlang dalam keberanian dan kemuliaan diri.

Al-Khansa menjadi teladan mulia bagi para ibu Muslimah. Suatu ketika Rasulullah SAW memintanya bersyair. Pemimpin terbaik sepanjang zaman itu mengagumi bait-bait syair al-Khansa’. Ketika al-Khansa sedang bersyair, Rasulullah SAW berkata, “Aduhai, wahai Khansa, hariku terasa indah dengan syairmu.”

Suatu ketika Adi bin Hatim dan saudarinya, Safanah binti Hatim datang ke Madinah dan menghadap Rasulullah SAW, mereka berkata, “Ya Rasuluilah, dalam golongan kami ada orang yang paling pandai dalam bersyair dan orang yang paling pemurah hati, serta orang yang paling pandai berkuda.” Rasulullah SAW bersabda, “Siapakah mereka itu. Sebutkanlah namanya.” Adi menjawab, “Adapun yang paling pandai bersyair adalah Umru’ul Qais bin Hujr, dan orang yang paling pemurah hati adalah Hatim Ath-Tha’i, ayahku. Dan yang paling pandai berkuda adalah Amru bin Ma’dikariba.” Rasulullah SAW berkata, “Apa yang telah engkau katakan itu salah, wahai Adi. Orang yang paling pandai bersyair adalah Al-Khansa binti Amru, dan orang yang paling murah hati adalah Muhammad Rasulullah SAW, dan orang yang paling pandai berkuda adalah Ali bin Abi Thalib.”

Al-Khansa menikah dengan Rawahah bin Abdul Aziz As Sulami. Dari pernikahan itu ia mendapatkan empat orang anak lelaki. Dan melalui pembinaan dan pendidikan di bawah naungannya, keempat anak lelakinya ini telah menjadi pahlawan-pahlawan Islam yang terkenal. Al-Khansa sendiri terkenal sebagai ibu dari para syuhada. Ia adalah seorang ibu yang tegar. Al-Khansa telah berhasil mendidik keempat anaknya. Kelak keempat anak lelakinya gugur syahid di medan Qadisiyah.

Sebelum peperangan dimulai, terjadilah perdebatan yang sengit di rumah al-Khansa. Keempat anaknya itu ingin turut berperang melawan tentara Persia. Mereka saling berdebat menentukan siapa yang harus tinggal di rumah mendampingi sang bunda. Perdebatan itu akhirnya sampai di telinga al-Khansa. Ketika Mutsanna bin Haritsah asy-Syaibani berangkat ke Qadisiyah di masa Amirul Mukminin Umar bin Khaththab RA, al-Khansa akhirnya berangkat bersama keempat putranya untuk menyertai pasukan tersebut. Di medan peperangan, sesaat dua para pasukan siap berperang, al-Khansa mengumpulkan keempat putranya. Ia memberikan petuah, bimbingan serta mengobarkan semangat jihad fi sabilillah dan buah hatinya tetap istiqamah berperang di jalan Allah dan mengharapkan syahid. Dengan penuh ketegaran al-Khansa bertutur,” “Wahai anak-anakku, sesungguhnya kalian telah masuk Islam dengan ketaatan dan tanpa paksaan, kalian telah berhijrah dengan sukarela dan Demi Allah, tiada Illah selain Dia.”

Ia lalu melepas anak-anaknya dengan penuh haru dan ikhlas. Hingga akhirnya, berita syahidnya empat bersaudara itu sampai di telinganya. Kesabaran dan keikhlasan tak membuatnya sedih ketika mendengar kabar itu. “Segala puji bagi Allah yang memuliakan diriku dengan syahidnya mereka, dan aku berharap kepada Rabb-ku agar Dia mengumpulkan diriku dengan mereka dalam rahmat-Nya”. Umar bin Khattab paham betul keutamaan al-Khansa dan putra-putranya. Khalifah Umar senantiasa memberikan bantuan yang menjati jatah keempat anaknya kepada al-Khansa, hingga ibu para syuhada itu wafat. Al-Khansa meninggal dunia pada masa permulaan kekhalifahan Utsman bin Affan RA, pada tahun ke-24 Hijriyah. c81/itz

**diambil dari postingan bpk Mauludi di milist moslemkorea

Kisah pemuda tampan Khalid Al-Miski

October 19, 2009 at 5:50 am | Posted in Sirah | 4 Comments

Assalamu’alaikum wr.wb.

Ingin berbagi kisah menarik…kira2 di jaman sekarang ada yg mau melakukan g ya? 😦

Khalid Al-Miski Khalid Al-Miski

adalah seorang pemuda yang tampan, rajin beribadah, wara’, ikhlas, rajin bekerja, dan amanah. Dia seorang pedagang keliling kampung yang membawa barang dagangannya di atas kepala.

Salah seorang wanita cantik tertarik pada Khalid Al-Miski yang tampan. Suatu hari, wanita ini memanggil Khalid dengan maksud akan membeli barang dagangannya. Ia telah merancang tipu-dayanya, lalu Khalid diminta agar masuk ke dalam rumahnya dengan alasan ia akan membeli dagangannya. Ternyata ia segera mengunci pintu-pintu rumahnya, kemudian berkata, “Kamu akan celaka, jika tidak mau melayani aku! Sebab aku akan memper malukanmu di depan umum sehingga mereka menuduhmu ingin memperkosaku. “

Khalid berusaha mengalihkan pembicaraan, tetapi tanpa membuahkan hasil. Lalu Khalid memperingatkannya dengan janji dan ancaman Allah. Akan tetapi, setan telah menguasai wanita cantik tersebut dan membutakan mata hatinya. Ketika Khalid yakin bahwasanya ia tidak bisa menye lamatkan diri dari ancaman wanita tersebut, maka ia tampakkan dirinya menyetujui permintaannya dan meminta izin untuk ber benah diri di kamar mandi. Wanita itu bahagia dan setuju.

Khalid masuk ke kamar mandi dan berpikir bagaimana caranya agar dapat terhindar dari godaan ini. Allah memberi petunjuk, sekalipun nanti tubuhnya akan kotor. Tidak masalah, asalkan ia dapat menghindarkan diri dari maksiat yang pasti mendatangkan murka Allah. Kemudian, Khalid melumuri wajah dan tubuhnya dengan tinja, dengan demikian tercium bau tidak enak, kelihatan jelek, dan menjijikkan. Khalid keluar dari kamar mandi, begitu wanita tersebut melihat Khalid kotor dan menjijikkan, ia menghardik dan me nyuruhnya keluar serta mengusir dari rumahnya.

Pemuda tersebut lari dan meninggalkan rumah wanita untuk menyelamatkan diri dan agamanya. Allah Ta’ala mengganti bau busuk dan menjijikkan itu dengan bau yang harum bagaikan minyak miski.

al miskOrang-orang pun dari kejauhan sudah mengetahui kedatangannya, sebelum mereka melihat Khalid, yaitu dengan mencium baunya yang harum. Sejak saat itu orang-orang memanggilnya dengan Khalid Al- Miski.

Inilah seorang Mukmin yang sebenarnya, yang meyakini bahwa Allah senantiasa mengawasi gerak-geriknya setiap saat sehingga sekalipun di hadapannya seorang wanita yang cantik dan gemulai, namun ia merasa takut kepada Allah. Tidak takut kepada manusia atau undang-undang karena semuanya tidak dapat melihat dan mengawasinya sepanjang waktu. Hanya Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihatlah yang senantiasa memantau gerakannya.

Khalid takut dengan bahaya yang ditim bulkan oleh maksiat, maka ia mencari alasan dengan melumuri kotoran pada tubuhnya, dan justru ini menunjukkan kebersihan batinnya dan ketulusan imannya. Kemudian, Allah mengganti nya dengan bau harum semerbak di dunia dan baginya di akhirat pahala yang besar dan berlimpah. Sekarang ini, di zaman kita hidup, berapa banyak manusia melumuri wajah dan tubuhnya dengan parfum dan wangi -wangian. Akan tetapi, bau busuk perbuatan mereka menjadikan mereka tercemar dan terbongkar keburukannya, walaupun mereka berusaha menutupi aibnya. Disebabkan mereka hanya takut kepada manusia, bukan kepada Allah. Balasan seseorang itu sesuai dengan jenis amalnya.

Sumber: Kama Tadinu Tudanu

**diambil dari postingan mba Ria Adyani di milist muslimahindonesia 🙂

Makanan di Korea, halal kah?

October 19, 2009 at 5:42 am | Posted in halal - haram | 42 Comments
Tags: ,

written by : Primastuti Dewi

Bahan Makanan

15 Oktober 2009
* what is?
– 분말[bunmal] (powder)
– 효모[hyomo] (yeast/ragi)
– 경화유[kyonghwayu] (hardened[hydrogenated] oil)
– 식초[sikcho] (cuka)

halal kah_

* NO/FORBIDDEN :
– 돼지고기[dwejigogi], 돈지[donji] (daging babi)
– 햄[hem] (ham, daging babi olahan)
– 소고기[sogogi], 쇠고기[soegogi], 쇳고기[soetgogi], 비프[bipe] (daging sapi)
– 닭고기[dakgogi], 치킨[chikin] (ayam)
– 동물성[dongmulsong] (hewani)
– 젤라틴[jellatin] (gelatin)
http://id.wikipedia.org/wiki/Gelatin
Biasanya terdapat di snack yang mengandung jeli, marshmalow, dan terkadang di es
krim dan yoghurt. Snack yang mengandung gelatin misalnya :

halal kah_2

* ok :
– 식물성[sikmulsong] (nabati)
– 대두[dedu] (kacang kedelai)
– 래시틴[lesitin] (lesitin)
http://id.wikipedia.org/wiki/Lesitin
– 팜유[phamyu] (minyak kelapa)
– 펙틴[phektin] (pektin)
http://id.wikipedia.org/wiki/Pektin
– 물엿[mulyot] (starch syrup, sirup gula dari biji-bijian)

halal kah_3
* carefull!
– 쇼태닝[syotening] (lemak)
http://en.wikipedia.org/wiki/Shortening
Harus dilihat keterangannya. Kalau ada tulisan 대두/식물성 boleh dimakan, kalau
tidak ada keterangannya diragukan sebaiknya dihindari, misalnya :

halal kah_4

– 주정[jujong] (alkohol/etanol)
Kurang jelas ini alkoholnya hasil fermentasi (seperti pada tape) atau dicampuri
minuman keras.
Biasanya terdapat dalam 떡[tok] (tok / kue beras korea), 간장[kanjang] (kecap asin)
dan lainnya, namun ada juga 떡 atau 간장 yang tidak mengandung 주정.
– 육수[yuksu] (air kaldu)
Kaldu apa harus lihat keterangannya, bisa dari hewan darat atau ikan/binatang laut
– 라면[ramyon] (mi instan)

halal kah_5

Hampir semua mi instan yang dijual di pasaran mengandung sari hewani di dalam
bumbunya. Walaupun bungkusnya bergambar seafood tapi biasanya mengandung
daging yang lain. Misalnya :

halal kah_6

Beberapa pekan lalu dpt kabar ada ramyon yg sdh dpt “sertifikat halal” dr KMF. Keluaran Nong-Sim Co.LTD. Kemasannya warna putih-hijau gambar sayuran dan ada tulisan

채 식주의순 dan ada tulisan No Meat juga.

halal kah_7

*** Artikel ini bukan menjadi fatwa yang halal/haram. Namun ada baiknya kita memperhatikan
makanan yang kita makan. Disini hanya saya tulis bahan makanan yang saya ketahui. Untuk temanteman
yang lebih tahu mungkin bisa dishare juga informasinya.
Hanya Allah yang lebih tahu bahan apa yang mereka pakai. Wallahualam bi shawab.
Semoga bermanfaat : )

Undangan KIM-C Oktober_ “Bersahabat dengan Belahan Jiwa”

October 18, 2009 at 4:16 pm | Posted in Kajian | Leave a comment

Pernah hadir ke acara akad nikah? atau memang pernah melangsungkan akad nikah?

dipastikan semua yang hadir akan ikut terharu dan mungkin ‘deg2an’ dalam acara sakral yang satu itu.. acara yang semua orang pasti berharap hanya akan melakukannya sekali dalam seumur hidupnya..

namun saat ini fenomena mulai berubah..

begitu banyaknya berita yang mengabarkan ‘pisahnya’, cerainya, talaknya seseorang, baik kawan kita, saudara kita, atau para public figure.. alasan yang muncul berbagai macam, namun sebagian besar alasan yang muncul adalah “karena kami sudah tidak ada kecocokan”..

hmppffhh!! sebegitu mudahkah pernikahan yang telah digulirkan, janji setia yang diucapkan, doa-doa yang telah dipanjatkan, dan keluarga yang diidam2kan berakhir begitu saja?

KIM-C (Kajian Muslim/ah CYBER) di bulan ini akan mencoba menjawab itu semua..dengan tema:

“bersahabat dengan belahan jiwa”

Jumat, 23 Oktober 2009 pukul 21.00 KST/ 20.00 Waktu Taiwan/19.00 WIB

Pembicara: R.Aj Ery Soekresno, S.Psi (pembicara dan trainer psikologi)

via : SKYPE (id:ppm_imuska), Radio IMUSKA (http://imuska.org/kimc/index.html)


bagi yang belum menikah, bagaimana memulainya? dan siapakah yang tepat menjadi belahan jiwa kita?

bagi yang akan menikah, bagaimana mempersiapkannya? dan meyakinkan benarkah dia yang akan menjadi belahan jiwa kita?

dan bagi yang sudah menikah, bagaimana menjaganya untuk tetap menjadi belahan jiwa kita?

temukanlah jawaban itu semua di KIM-C yang kali ini terbuka untuk seluruh Muslim dan muslimah

seruan utk yg sudah berkeluarga : jadi jangan lupa ajak suami atau istri untuk sama2 mendengarkan 😀

3048733995_b28eb2c271463464870_2163d5e456

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada Kami, istri2 kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yg bertakwa. (QS 25:74)

Curriculum Vitae Pembicara :

Nama: R. Aj. Ery Retno Artini binti Soekresno (Ery Soekresno)

Tempat/tgl lahir: Yogyakarta, 6 Spetember 1963

Status: Menikah dengan Irwan Rinaldi (pemeran tokoh Sang Murabbi ) mengasuh 3 anak laki-laki (Muh Syamsul Fakhri, 16 tahun, homeschool kelas 2: Muh Rasyid Fakhran, 14 tahun, kelas 9; Muh. Yusuf Fardan, 13 tahun, kelas 8)

Latar Belakang Pendidikan: Lulus S1 Fakultas Psikologi UI tahun 1988 Kuliah D3 Pend Agama Islam Al-Hikmah (6 semester) Kuliah Guru Bersertifikat Tingkat Ahli di Jakarta International School (bukan di Jakarta Islamic School) Kuliah S2 (masih tesis) di Buffalo New York State University jurusan teaching & learning Pengalaman Mengikuti pelatihan Islamic Holistic Education di singapura (2005, 2006) Studi banding di beberapa sekolah islam di Malaysia, Singapura Membimbing Umroh dengan anak-anak usia SD dan SMP

Kegiatan: Ibu Rumah Tangga Koordinator Kurikulum di Sekolah Komunitas Kebon Maen, Cibinong Guru Bahasa Indonesia kelas 7,8,9 di SMP Fitrah Insani Kebon Maen Trainer guru, ortu, pasutri tingkat nasional Konsultan di beberapa sekolah di P. Jawa, Bali dan Sumatra

wassalamu’alaikum wr.wb bidang KIM-C PPM IMUSKA

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.